Selasa, 13 Desember 2011

MENCARI SUMBER-SUMBER PENDANAAN USAHA

Sifat Dasar Perusahaan dan Sumber-sumber Pendanaannya

Faktor-faktor yang menentukan keuangan:

1. Potensi ekonomi perusahaan. Usaha untuk memiliki prospek pertumbuhan dan kemampulabaan dalam jangka panjang.

2. Kematangan perusahaan (maturity of the company). Posisi siklus hidup produk dalam bisnis atau usaha.

3. Sifat dasar asset-asetnya. Besarnya asset kelihatan atau tudak kelihatan yang dimiliki oleh perusahaan.

4. Pilihan-pilihan ppemilik untuk utang atau modal sendiri. Pertimbangan mengenai pilihan kebutuhan antra mencari utang atau menggunakan modal sendiri sehingga biaya modal dapat dikurangi.

Pembiayaan Utang Atau Modal Sendiri

Pilihan untuk pembiayaan utang atau modal berdasarkan hal berikut ini:

1. Kemampu-labaan potensial. Apakah peminjaman dapat meningkatkan potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi pada modal sendiri pemilik, menyingkap perusahaan pada resiko keuangan yang lebih tinggi.

2. Risiko keuangan. Investasi modal sendiri pemilik membatasi potensi pengembalian modal sendiri, resiko keuangan lebih rendah bagi perusahaan.

3. Pemungutan suara. Peningkatan modal sendiri melalui pinjamana yang mensyaratkan pemilik untuk membagi pengawaasannya dengan pihak investor luar.

Sumber Pendanaan Usaha

Terdapat dua sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan utang. Ekuitas yaitu pemilik mengiventasikan laba perusahaannya untuk ditempatkan dalam perusahaan guna memperkecil resiko pengembalian dalam tingkat yang rendah, sedangkan utang adalah mengandung resiko, pemberi pinjaman pertama kali menarik laba dan harus dibayar sekalipun perusahaan tidak ada laba atau dalam kondisi merugi.

Kedua sumber pendanaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pendanaan ekuitas (modal sendiri). Dapat diperoleh dari tabungan individu, teman dan atau saudara, investor perorangan lain, perusahaan-perusahaan besar, perusahaan modal ventura, dan penjualan saham.

2. Pendanaan dari utang (pinjaman). Dapat diperoleh dari teman atau saudara, investor perorangan lainnya, para pemasok bahan baku pemberi pinjaman berbentuk asset, bank-bank komersial, program-program yang didukung oleh pemerintah, lembaga-lembaga keuangan swadaya masyarakat, perusahaan-perusahaan besar dan perusahaan modal ventura.

Pemasok Bahan Baku Dan Pemberi Pinjaman Berbasis Aset:

1. Kredit Perdagangan

Dapat dibayar dengan uang. Pendanaan disediakan oleh pemasok inventaris kepada perusahaan yang mengadakan pembayaran uang uang untuk jumlah tertentu. Pendanaan jangka pendek selama 30 hari. Sejumlah kredit yang tersedia bergantung pada tope perusahaan dan kesediaan pemasok untuk menambah pinjaman.

2. Pinjaman dan Sewa Peralatan

Pinjaman cicilan (gadai) peralatan dari penjual peral;atan yang dibeli oleh perusahaan. Peralatan disewa dari pemasok dalam rangka penghematan kas untuk tujuan lain, menunda lini pembukuan pinjaman, dan penyediaan pembendung atau pagar untuk melawan keusangan.

3. Pinjaman Berbasis Kekayaan

Mengamankan jaminan pinjaman dengan kekayaan modal kerja.

4. Pabrik

Menperoleh kas melalui penjualan, jumlaj uang yang dapat diterima (piutang) pada perusahaan lain. Tanggungan dijual sebagi faktor diskon pada nilai faktur, faktor yang dapat menolak rekening yang diragukan, faktor biaya utang bagi rekening pelayanan dan untuk lanjutan.

5. Bank-bank Komersial

Hal-hal yang menjadi perhatian adalah:

a. Keamanan kredit mencakup jumlah maksimal yang akan diberikan kepada perussahaan untuk pinjaman.

b. Perjanjian kredit beredar mencakup jumlah maksimal pinjaman bank untuk meminjamkan kepada perusahaan secara terus-menerus.

c. Pinjaman bersyarat, meliputi pinjaman dalam jangka waktu 5 sampai dengan 10 tahun untuk membiayai perlengkapan, hipoterk atau jaminan barang bergerak, hipotek atau jaminan hipotek gedung (barang tak bergerak).

d. Pinjaman jangka panjang dengan menggunakan gedung atau barang tak bergerak sebagai jaminan.

Pandangan Dari Sudut Bankir

1. Perhatian Banker:

a. Berapa banyak bank yang akan memperoleh hasil dari pinjaman yang diberikan

b. Apakah yang mungkin peminjam akan mampu kembali peminjamnya

2. Lima “C” dalam Analisis Pinjaman:

a. Bagaimana karakter/watak peminjam (character)?

b. Bagaimana kemampuan peminjam dalam membayar kembali pinjamannya (capacity)?

c. Seberapa besar modal yang akan diinvestasikan dalam usaha oleh peminjam (capital)?

d. Bagaimana kondisi industry dan ekonomi (conditions)?

e. Apa saja jaminan yang tersedia untuk menjamin pinjaman (collateral)?

Pertanyaan-pertanyaan yang Ditanyakan kepada Peminjam adalah sebagai berikut:

1. Apa saja kekuatan atau klualisasi bagi tim manajemen?

2. Bagaimana kinerja keuangan perusahaan?

3. Seberapa banyak uang yang diperlukan?

4. Apa usaha yang akan dijalankan dengan menggunakan uang tersebut?

5. Kapan dan bagimana uang tersebut akan dibayar kembali?

6. Apakah peminjam memiliki kualifikasi bantuan orang-orang, seperti akuntan publik dan pengacara?

Persyaratan Informasi Keuangan Bagi Pihak Bank:

1. Tiga tahun rekam jejak laporan keuangan perusahaan

a. Neraca

b. Laporan rugi laba

c. Laporan arus kas

2. Laporan keuangan sementara perusahaan

Waktu dan jumlah laporan kembali utang dan termasuk bagian peramalannya.

3. Laporan keuangan pribadi

Kekayaan bersih pribadi peminjam (asset-utang) dan perkiraan pendapatan selama satu tahun.

Ketiga hal di atas apakah memiliki tren naik, statis ataukah justru trennya menurun.

Syarat-syarat pinjaman adalah:

1. Tingkat bunga. Apakah tingkat bunga tetap, saldo menurun, atau mengambang.

2. Tanggal jatuh tempo pinjaman

3. Jadwal pembayaran kembali. Apakah sama setiap bulannya, pembayaran tiap bulan, meningkat setiap bulan, atau pembayaran tiap tahun

4. Perjanjian-perjanjian pinjaman

a. Pembatasan-pembatasn ketentuan bank kepada peminjam yang mepertinggi kesempatan pembayarn kembali pinjaman tepat waktu.

b. Arsip laporan keuangan, pembataan gaji, dan pinjaman pribadi, memerlukan orang penjamin pinjaman.

Program-program yang disponsori pemerintah dan lembaga-lembaga tertentu:

1. Pinjaman administrasi bisnis kecil (small business administration [SBA] loans) mencakup sebagi berikut:

a. Pinjaman bergaransi, SBA memberi garansi pembayaran pinjaman kepada pemberi pinjaman.

b. Pinjaman langsung (direct loan), uang pembayaran SBA secara langsung kepada perusahaan kecil atau peminjam.

2. Pusat investasi bisnis kecil.

3. Riset inovasi bisnis kecil.

4. Bantuan pemerintah daerah dan atau pemerintah pusat.

Sumber-sumber pendanaan lain:

1. Perusahaan modal ventura

Merupakan kelompok investor atau investasi yang memasukkan uangnya pada usaha bisnis baru.

2. Institusi keuangan berbasis komunitas atau lembaga swadaya masyarakat

3. Pemberi pinjaman yang menyediakan pendanaan untuk bisnis kecil milik masyarakat berpendapatan rendah guna membesarkan pengembangan ekonomi seperti koperasi primer tertentu.

4. Perusahaan-perusahaan besar:

a. Bantuan pendanaan dan teknik kepada pemasok kritis serta pengembang teknologi

b. Penjualan saham (stock sales)

c. Penempatan pribadi (private placement)

d. Penjualan saham modal perusahaan untuk dikoleksi individual

e. Penawaran umum pertama (initial public offering-IPO) saham

f. Penempatan perusahaan di bawah peraturan-peratuan surat berharga bursa efek

Ada berbagai cara mencari sumber dana untuk usaha. Mulai dari koperasi simpan pinjam sampai dengan rumah gadai. Selain itu kredit usaha yang ditawarkan oleh bank–bank pun semakin hari kian menggoda.

Berikut ini akan dibahas secara singkat mengenai sumber–sumber dana yang bisa menyediakan modal untuk usaha:

1. Dana Pribadi

Berasal dari tabungan pribadi atau deposito, menjual barang–barang berharga dan sebagainya. Kelebihan dari dana ini adalah merupakan dana yang paling murah karena tidak dikenakan beban bunga. Kekurangannya ialah jumlah yang terbatas.

2. Dana dari sistem gadai

Dapat diperoleh dengan menggadaikan barang maupun surat berharga ke lembaga formal maupun non-formal, misalkan rumah gadai. Prosedur untuk mendapatkan dana ini relatif sederhana, keterbatasannya ada pada jumlahnya yang biasanya terbatas dan juga jangka waktu pinjaman yang relatif pendek.

3. Pinjaman kepada lembaga non-formal

Dana didapatkan dari pinjaman arisan keluarga atau kelompok pertemanan ataupun meminjam dari rentenir. Caranya sederhana namun jangka waktu pinjaman juga relatif pendek.

4. Bermitra / berpartner

Mendapatkan pendanaan dengan mengundang investor untuk memodali usaha, atau pendanaan dari lemabaga pengembangan kemitraan. Dana juga bisa diperoleh melalui usaha modal ventura. Dana semacam ini tergolong murah karena tidak ada beban bunga dan kemungkinan perusahaan tumbuh lebih cepat sangat besar. Kekurangannya adalah proses mendapatkannya sangat lama sehingga tidak dapat diandalkan untuk keperluan dana yang sangat mendesak

5. Hibah

Mendapatkan dana dari perusahaan atau lembaga yang mempunyai program pengembangan kewirausahaan. Dana jenis ini tergolong sangat murah tetapi persaingan untuk memperolehnya sangat ketat.

6. Pinjaman ke lembaga non-bank

Jenis pinjaman ini antara lain pinjaman ke komperasi simpan pinjam atau BPR, pinjaman ke lembaga pembiayaan maupun leasing. Prosedurnya relatif lebih mudah dibandingkan dengan dengan lembaga perbankan. Nilai pinjaman juga bisa dinegosiasikan demikian juga dengan jangka waktu pinjamannya. Kekurangannya terkadang suku bunga yang ditawarkan lebih tinggi. Bila ingin meminjam di koperasi, peminjam harus menjadi anggota terlebih dahulu.

7. Pinjaman ke bank

Dana didapatkan dengan meminjam langsung ke bank. Kendala terbesar adalah pada prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon kredit. Pinjaman ini relatif aman karena perjanjiannya jelas dan juga ada pengawasan dari pihak bank. Jumlah pinjaman relatif besar bila dibandingkan dengan sumber pendanaan lainnya.

8. Pasar modal

Menerbitkan surat hutang dan ditawarkan ke publik melalui pasar modal. Untuk kebutuhan dana yang sangat besar maka pinjaman ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Namun banyak syarat dan prosedur yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum pemohon dana layak menerbitkan surat utang ke publik. Selain itu juga perusahaan wajib menampilkan laporan keuangan setiap periode. (Himawan Hartono).

Selain itu masih terdapat sumber pendanaan yang lainnya, yaitu Sumber Pembiayaan Jangka Panjang dan Pembiayaan Saham Biasa, pendanaan ini merupakan pendanaan yang didasarkan pada pecking order theory, urutan pendanaan untuk meningkatkan nilai perusahaan dilakukan berdasarkan pendanaan yang memiliki risiko lebih kecil yaitu pertama laba ditahan, diikuti dengan hutang, dan yang terakhir ekuitas baru Myers (1984).

Implikasi dari teori ini adalah perusahaan lebih menyukai financial slack dalam menjaga fleksibelitas keuangan untuk sumber dana investasi di masa depan, dengan menghindari keterpaksaan untuk mengeluarkan saham baru pada tingkat harga saham yang rendah. Penjualan saham baru merupakan kegiatan untuk mengurangi leverage yang selanjutnya akan menurunkan harga saham. Di lain pihak hutang baru merupakan aktivitas yang dapat meningkatkan leverage yang akan meningkatkan harga saham perusahaan.

Keputusan pendanaan adalah keputusan tentang bagaimana perusahaan mendanai aset-asetnya. Dengan kata lain berkaitan tentang jenis-jenis sumber dana dan konposisi dari tiap sumber dana itu. Sumber dana dapat dibedakan menjadi sumber dana jangka pendek dan panjang. Sumber dana jangka panjang terdiri dari hutang jangka panjang dan ekuitas.

Sumber Pembiayaan Jangka Panjang

Sumber dana yang digunakan dalam perusahaan jika waktu pengembalian lebih dari 1 tahun.

Sumber dana pada setiap tahap perkembangan perusahaan:

1. Pendirian

Seperti: Tabungan Pribadi, Kredit dagang.

2. Pertumbuhan

Seperti: Dana Internal, Kredit Bank, dan Modal Ventura.

3. Kedewasaan

Seperti: Go Public melalui pasar uang dan pasar modal.

4. Matang dan Kemunduran

Seperti: Dana Internal, Pembelian kembali Saham, Diversifikasi dan Merger.

Sumber pembiayaan jangka panjang perusahaan yang utama :

a. Saham preferen.

b. Saham biasa.

Sumber-sumber permodalan

Umumnya dana permodalan dapat diperoleh dalam 3 cara, antara lain:

1. Dana Sendiri

Menggunakan dana sendiri paling banyak dilakukan oleh pengusaha dalam memodali usahanya. Pemakaian dana ini dimungkinkan bila memiliki simpanan uang tunai di bank ataupun berupa reksadana.

Dengan dana pribadi ini, kita bisa lebih fleksibel dalam pemakaian jumlah dana sewaktu-waktu, serta bebas mengalokasikan dana sesuai dengan keputusan sendiri. Sekaligus anda akan terbebas dari bunga, pemotongan keuntungan dan tidak perlu membagi hasil dengan pihak lain.

Meskipun demikian terkadang menggunakan dana sendiri juga memilki kelemahan seperti kurangnya kontrol dalam pemakaian dana, lalai dalam pencatatan keuangan, dan bila merugi maka harus menanggung kerugian sendiri.

2. Dana pinjaman

Jika anda tidak mempunyai simpanan dana pribadi dan kekurangan dana, maka alternatif lainnya adalah dana pinjaman. Berikut ini adalah berbagai macam alternatif dana pinjaman (terutama kredit perbankan) :

a. Kredit Usaha

Kredit usaha pada berbagai Bank dikemas dengan nama yang berbeda. Kredit usaha diberikan sesuai dengan jenis usaha masing-masing. Biasanya kredit usaha perbankan dibedakan menjadi kredit investasi dan kredit modal kerja, atau mungkin juga gabungan keduanya. Bagi pengusaha yang hendak mengambil fasilitas kredit ini harus mempelajari dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Dianjurkan untuk mencari kredit usaha pada bank yang mendukung UKM dan Bank pemerintah, mengingat suku bunga yang rendah.

b. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Beberapa lembaga perbankan meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KTA), yaitu kredit perorangan yang tidak menggunakan agunan sebagai jaminan untuk keperluan konsumtif. Untuk para pemula usaha, kredit ini dapat menjadi salah satu sumber pendanaan bagi yang tidak memerlukan kredit dalam jumlah besar. Umumnya kredit yang diberikan berkisar 5 juta sampai maksimal 150 juta, dengan jangka waktu yang beragam. Bagi yang ingin mendirikan usaha baru mungkin akan kesulitan mendapatkannya. Namun jika anda masih berprofesi sebagai karyawan, maka anda bisa menggunakan profesi tersebut untuk mendapatkan kredit ini guna membangun usaha.

c. Kredit BPR (Bank Perkreditan Rakyat)

Fasilitas kredit dari BPR relatif lebih mudah persyaratan dan prosesnya dibandingkan di bank umum. BPR melayani orang-orang yang butuh pendanaan usaha, terutama UKM, dengan sistem dan persyaratan yang cenderung mudah. Tapi harus diingat tingkat bunganya cenderung lebih tinggi dari bank umum, dengan jangka waktu yang relatif lebih singkat.

d. Leasing atau Lease Back

Leasing ialah program pendanaan yang diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang berbentuk perusahaan pendanaan, dimana pinjaman tersebut diberikan tidak berupa uang tunai, namun berupa pembelian aset bergerak perusahaan seperti kendaraan bermotor.

Sedangkan lease back adalah pinjaman yang diberikan pada usaha yang membutuhkan dana tunai dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor yang dimiliki.

e. Perum Pegadaian

Suatu lembaga keuangan yang dimiliki pemerintah untuk menyalurkan pinjaman dengan jaminan barang tertentu, dengan tingkat bunga yang relatif rendah dan dihitung per 2 mingguan. Anda bisa memilih produk pegadaian yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan usaha, seperti KCA (Kredit Cepat Aman), Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai), ataupun Kreasi (Kredit Angsuran Sistem Fiducial).

f. Koperasi

Koperasi yang menyalurkan pendanaan adalah koperasi kredit (Kopdit) ataupun KSP (koperasi simpan pinjam). Umumnya persyaratan yang diperlukan adalah anda harus menjadi anggota dari koperasi tersebut. Dengan menjadi anggota dan melakukan simpanan, maka anda berhak untuk mendapatkan fasilitas kredit. Sebab pada umumnya, koperasi hanya melayani kredit bagi anggotanya saja.

g. Pinjaman BUMN

Dana yang digunakan sebagai pinjaman dari BUMN adalah dana kemitraan yang sebagian berasal dari laba perusahaan yang disisihkan untuk pengusaha kecil. Program dana kemitraan ini disebut juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. BUMN yang memiliki program kemitraan ini antara lain PT Jamsostek, Pertamina, PT GAs Negara, dan sebagainya. Untuk informasi ini dapat dicari di Kementrian BUMN)

h. Pinjaman Departemen

Pemerintah juga memberikan program kredit usaha kecil melalui beberapa departemen. Ada tiga departemen yang mempunyai fasilitas pembiayaan untuk UKM, yaitu Departemen Pertanian, Departemen Koperasi dan Departemen Perindustrian. Khusus untuk usaha rumah makan, departemen yang memungkinkan untuk memberikan pinjaman adalah Departemen Koperasi.

3. Dana Gabungan Usaha (joint)

Kalau memiliki teman atau kerabat yang berpotensi memiliki dana lebih dapat dinegosiasikan untuk ikut serta menjadi pemodal dalam jumlah besar ataupun sebagian kecil dari bisnis anda. Usahakan membuat perencanaan konsep rumah makan yang matang lalu lakukan presentasi dan kemudian negosiasikan mengenai kebutuhan modal, jumlah, jangka waktu, dan pembagian hasil dari keuntungan usaha setiap bulannya. Jangan lupa untuk membuat daftar nama relasi yang potensial sebelumnya, untuk mendapatkan peluang pinjaman yang lebih besar.

Poin yang terpenting dan harus diingat adalah perhitungkan secara matang jumlah modal yang dibutuhkan, dan kemudian pertimbangkan keuntungan dan kelemahan dalam memilih sumber pendanaan dari luar. Jangan canggung untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sumber pendanaan yang anda inginkan. Jangan sampai usaha anda baru berjalan tetapi sudah terbebani dengan tingkat bunga yang tinggi.

KASUS

Usaha Warung Tenda Seafood

Seafood termasuk makanan yang paling digemari oleh banyak orang. Tidak hanya konsumen dalam negeri, tetapi sampai luar negeri. Selain tidak perlu takut haram, terkena flu atau hal lain, hamper semua makanan dari laut adalah halal. Jadi bisnis ini menjdi pilihan anda untuk menambah pendapatan.

Memulai Bisnis Seafood

Jenis makan ini selain dapat dijual di restoran besar dapat juga di warung tenda (warten) pinggir jalan. Di samping untuk meminimalisasi modal. Tempat tersebut sangatstrategis dan mudah terlihat oleh semua pengguna jalan.

Untuk memulai, bisa disediakan kotak berisi es atau plastic berisis air yang diisi dengan bernagai jenis seafood yang masih hidup, sehingga ketika dimasak, seafood tersebut masih dalam keadaan segar. Sebaiknya seafood dipisahkan berdasarkan jenisnya untuk menghindari kematian.

Selanjutnya, anda bisa mencari pegawai yang bisa memasak seafood dan menyiapkan peralatan mulai dari tenda, meja, kursi, peralatan makana dan lain sebagainya. Perlu juga dipikirkan dimana kita dapat memperoleh bahan baku yang bisa diperoleh setiap saat.

Kunci Sukses Pemasaran

1. Kualitas cita rasa. Berbagai jenis seafood dapat diolah menjadi berbagai menu masakan. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana cita rasa masakan dan tampilan yang menarik bisa disajikan konsisten setiap hari.

2. Kebersihan tempat dan masakan. Kebersihan tempat sangat penting, semakin bersih tempat dan masakan dalam usaha ini, akan semakin membuat konsumen tertarik untuk datang lagi ke warung tenda anda.

3. Lokasi yang strategis. Menentukan tempat usaha memang agak sulit karena harus benar-benar bisa memilih lokasi yang strategi, mudah dijangkau, dan tersedia tempat parker yang memadai baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua.

4. Layanan sepenuh hati. Sebagai penunjang, dapat disediakan jaring atau kolam yang transparan, sehingga konsumen dapat melihat dan memilih sendiri seafood yang dipesannya.

Strategi Promosi

1. Iklan. Meskipun tidak mutlak, tetapi sebaiknya iklan dilakukan di media massa terutama jika merupakan usaha baru yang belum banyak dikenal orang. Iklan bisa menjadi media pengenalan kita kepada masyarakat luas.

2. Konsumen melihat proses pengolahan. Beberapa rumah makan banyak menggunakan cara di mana konsumen dapat melihat proses pengolahannya secara langsung. Cara yang dilakukan adalah dengan menempatkan dapur di depan atau di hadapan konsumen. Hal ini meninjukkan bahwa makanan yang disajikan bersih, segar, dan tanpa pengawet, bahkan ketika mamasak konsumen dapat menambahkan bumbu-bumbu tertentu.

3. Program diskon pada awal pembukaan. Pemberian diskon pada beberapa hari di awal pembukaan usaha dapat memberikan kesempatan kepada untuk mencoba masakan kita. Selanjutnya, diharapkan mereka akan turut mempromosikan kepada tetangga atau kenalan mereka.

Sumber Pendanaan Usaha

Pendanaan dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti pinjam bank dalam bentuk Kredit Untuk Rakyat (KUR) dari beberapa bank khususnya bank pemerintha daerah yang diwajibkan memberikan kredit tanpa agunan sampai di bawah 50 juta rupiah. Produk pinjam Bank DKI adlah sebagai berikut:

1. Kredit Multiguna (KM): kredit yang diberikan kepada nasabah yang berpenghasilan tetap.

2. Kredit Usaha Kecil (KUK): kredit untuk pengusaha mikro dan kecil sektor ekonomi produktif.

3. Kredit Usaha Kecil (KUK) Monas: kredit untuk pengusaha mikro dan kecil dengan persyaratan yang lebih mudah.

4. Kredit Modal Kerja (KMK): kredit untuk pengusaha menengah dan besar untuk pengadaan modal.

5. Kredit Investasi (KI): kredit jangka menengah atau panjang untuk pembelian barabg-barang modal beserta jasa.

6. Kredit Bangun Karya (KBK): kredit jangka menengah atau panjang untuk menangani proyek konstruksi Pemda DKI Jakarta.

7. Kredit Griya Monas (KGM): fasilitas kredit untuk pembelian rumah dan tanah, renovasi rumah, dan pinjaman untuk refinancing.

Ketentuan Pencarian Kredit

1. Maksimum kredit

a. Kredit Usaha Mikro Rp50 juta

b. Kredit Usaha Kecil Rp500 juta

2. Tingkat bunga: sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Jangka waktu:

a. KMK maksimum 1 tahun dapat diperpanjang 2 kali

b. KI maksimum 2 tahun

4. Bidang usaha: pertanian, pertambanan, industri, listrik, gas, air, konstruksi, perdagangan, pengangkutan, jasa-jasa dunia usaha, jasa-jasa social masyarakat.

5. Cara penarikan

a. KMK rekening Koran terbatas

b. KI dengan aflopend

6. Cara pelunasan: KMK sekaligus pada saat jatuh tempo, sedangkan KI dengan angsuran atau cicilan sesuai jadwal.

7. Biaya-biaya:

a. Commitment fee

b. Provisi kredit: dibabaskan

c. Biaya administrasi: sesuai ketentuan yang berlaku

d. Denda tunggakan: sesuai ketentuan yang berlaku

8. Jaminan kredit:

a. Jaminan pokok: usaha yang dibiayai

b. Jaminan tambahan: Sertifikat Hak Milik (SHM)

c. Asuransi Jiwa Bersama (AJB)

d. Girik

e. BPKB

9. Pengikatan: sesuai ketentuan yang berlaku.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar